Monday, November 17, 2014

Marshmallows Hot Chocolate ~ Chapter 1 ~

5 tahun yang lalu…

"Devina, putri kecilku yang manis~. Tidak terasa sudah 5 tahun sejak Ayah meninggalkan kita
berdua,ya?" Tanya Ibuku pelan ketika merayakan ulang tahunku yang ke 10, sambil memeluk dan
mengelus kepalaku dengan lembut—yang otomatis membuatku mendengus kesal.

"Hm…, dan aku rasa sudah saatnya Ibu untuk Move On." Ucapku dengan bosan. "Kapan Ibu
memperkenalkan pria yang setiap tengah malam Ibu telepon?"

"Eh?! Kenapa kau bisa tahu soal itu? Apa dia mengganggu tidurmu lagi? Kenapa tidak beritahu Ibu?"
Tanya Ibu sambil menatapku dengan tatapan panik dan cemas.

"Tenanglah, Ibu. Dia tidak mengganggu jam tidurku, kok." Kataku berusaha menyakinkan dirinya. "Aku tahu soal itu karena dia memberitahukannya langsung padaku melalui mimpi."

"Tapi, itu artinya selama ini kau berkomunikasi dengannya?! Bukannya Pamanmu sudah memperingatkan dirimu betapa berbahayanya dirinya itu?! Bagaimana kalau dia melukaimu di alam
mimpi?"

Melihat kekhawatiran dari mata Ibuku, aku langsung mencium pipi kiri Ibuku dan memeluknya dengan
erat sambil berkata, "Terima kasih, Ibu. Tapi, aku tidak mau selamanya kalah darinya. Aku pikir dengan berkomunikasi dengannya aku bisa menemukan cara untuk tidak takut dengannya lagi."

Mendengar perkataan dariku, Ibu langsung memelukku dengan erat dan membisikkan 3 kalimat yang
membuatku bangga untuk menunjukkan keberanian melawan dia.

Sebuah kalimat yang membuatku semakin kuat.

"Putriku ternyata sudah besar. Ibu bangga padamu. Ayah di surga juga pasti bangga padamu."
.
Marshmallows Hot Chocolate
KHR! © Amano Akira
This Fiction © Vikuppy
.
Peringatan : No Beta Reader, OOC, Shonen Ai.
Timeline Story : Kurang lebih 2 berakhirnya dari Manga.
Pairing : Mukuro/Devina/Byakuran [Yes! This Threesome], D18 dan mungkin yang lainnya menyusul.
Ringkasan Cerita : Karena calon Ayah barunya, Devina harus melanjutkan sekolahnya ke Italia di
mana calon Kakaknya berada. Tanpa sepengetahuannya, kedatangannya ke Italia akan mengubah
kehidupannya normalnya yang damai. Fem!OC, Fat!OC, MukuroxOCxByakuran [Threesome], D18.
.
~ Chapter 1 ~
Anda Si Tuan penjemput?
.
0*0*0*0*0
.
Indonesia, Jakarta, Lapangan Basket SMA Swasta Pembangunan A, Jam 09.00 Pagi
[Normal PoV]

"Devina Wirasena! Berhenti mematung di sana! Segera bantu teman setimmu merebut bola Basketnya!" Teriak Pak Gunarsah, Sang Guru Olahraga kepada salah satu murid perempuannya yang memiliki badan agak sedikit gemuk yang sedari tadi berdiri dengan malasnya di dekat tiang Basket Timnya.

'Huh, disaat seperti ini aku ingin menjadi Kuroko, deh.' Pikir Devina sambil menggaruk kepalanya yang gatal karena belum dikeramas selama sehari. 'Tapi, kalau Kezia dan Bagas dengar hal ini pasti mereka bakal mentertawakan diriku.' Cibirnya kesal sambil terus menghiraukan omelan dari Guru Olahraganya.

Tanpa disadari oleh gadis berusia 15 tahun yang memiliki rambut hitam panjang hingga pertengahan
punggungnya yang selalu diikat buntut kuda dan sepasang mata berwarna ungu itu, salah satu teman
setimnya—yang menyadari dirinya tidak dijaga—memberikan operan pass padanya. Akan tetapi,
sebelum bola itu menghantam kepalanya, gadis bernama Devina itu berhasil menangkap bola tersebut
dengan sukses. Walaupun, dirinya masih sibuk menggerutu dalam kepalanya. Kemudian, dengan
kondisi masih tidak sadar. Dia telah membuat semua orang di lapangan terkejut tak percaya karena
berhasil melakukan tembakan Three point shot dari tempatnya berdiri.

"Wuah! Melakukan Three point shot dari tempat itu! Apa dia versi cewek gemuk dari Midorima
Shintaro!?" Teriak salah satu teman sekelas Devina yang tidak percaya dengan kemampuan dari satu-satunya gadis gemuk di kelasnya.

"Keren! Ternyata ada orang yang benar-benar bisa melakukan Full Court Shot! Dia harus masuk Klub
Basket!" Seru yang lainnya dengan riang.

'Duh, bel istirahat. Cepatlah berbunyi. Aku sudah lapar, nih!' Minta Devina yang sekali lagi tidak
mempedulikan keributan yang telah dibuatnya.
.
0*0*0*0*0
.
Sejam kemudian, di Kantin sekolah.

"Gila, tadi itu keren abis, Dev! Aku gak nyangka kalau temanku yang tembem ini jago main Basket!"
Seru Kezia yang merupakan salah satu Anggota Klub Taekwondo di sekolah sambil memukul bahu
temannya yang saat ini menjadi Bintang Idola baru di sekolah.

"Iya, benar. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau bisa main Basket? Aku yang pemain Tim Inti di Klub Basket Putera pasti bisa bantuin kau untuk masuk Tim Inti Putri." Ucap Bagas kesal pada teman baiknya walaupun gadis dihadapannya adalah adik kelasnya.

"Ng, bukannya aku bermaksud merusak suasana bahagia kalian. Tapi, jujur saja. Tadi itu tembakan
asal-asalan karena aku sendiri tidak sadar kalau aku telah mendapatkan bolanya." Kata Devina dengan jujur. "lagipula, walaupun aku bisa main Basket sehebat tadi. Aku yakin tidak ada yang bisa menyaingi kemampuanku itu." Timpalnya yang membuat kedua sahabatnya langsung diam membatu.

'Aku rasa anak ini lebih pantas disebut Versi Cewek Gemuk dari Aomine Daiki, deh.' Pikir Kezia dan Bagas secara serentak.

*Drr Drrr*

Mendengar suara getaran dari Handphone-nya, Devina langsung menyalakan Handphone-nya dan
menemukan satu pesan yang telah diterimanya. Ketika dia mengecek siapa yang meng-SMS-nya, dia
melihat tulisan "Ibuku Cantik" dilayar Handphone-nya yang membuat dirinya langsung berpikir kesal,
'Lagi-lagi dia mengubah Nama di kontak HP-Ku seenaknya saja.'

Dari : Ibuku Cantik

Topik : Makan malam bersama~ 333

Beruang kecilku yang manis~

Malam ini Ibu ingin mengajakmu makan malam di Restoran cina di dalam Hotel Vongola.

Jadi, setelah pulang sekolah tunggu di gerbang sekolah. Nanti bakal ada Pria keren yang akan datang menjemputmu~

Salam penuh cinta dari Ibumu yang cantik ;)

'Bagus. Pasti dia mau melakukan itu lagi, deh.' Pikir Devina kesal yang sudah bisa menduga apa yang diinginkan oleh Ibu kandungnya itu. 'Yah, semoga saja yang kali ini lebih waras.' Pikirnya sebelum membalas SMS tersebut dengan jawaban "Okay." Sebelum mematikan Handphone-nya.

"Hei, barusan dari siapa?" Tanya Kezia sebelum meminum Es Tehnya dengan sedotan.

"Dari Ibuku. Sepertinya dia menemukan korban baru lagi dan membuang yang lama." Jawab Devina
dengan entengnya sebelum menghabiskan Siomay nya.

"Eh!? Tapi, Ibumu baru 2 minggu yang lalu memperkenalkan calon Ayah barumu itu 'kan?" ucap Kezia dengan tidak percaya.

"Tapi, aku rasa hal ini tidak mengherankan. Bukannya, Devina kemarin-kemarin pernah cerita kalau
orang yang kemarin itu memang gak beres?" Kata Bagas sambil memakan daging buah kelapa dari Es
kelapa mudanya.

"Iya, ya. Aku rasa kau ada benarnya. Tapi Ibumu itu, benar-benar tipe yang mudah jatuh cinta, ya.
Selama ada kaum Adam yang menyelamatkan dirinya dari marabahaya, dia akan langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan orang itu." Kata Kezia yang tidak mengerti dengan kepribadian dari Ibu sahabatnya sejak SMP-nya itu.

"Hm, aku rasa karena ulah Kakek membesarkan Ibu bagaikan burung dalam sangkar. Hal itu yang
menimbulkan rasa kesepian dan keinginan mendapatkan kebebasnya dalam diri Ibuku. Makanya, dia
jadi sangat ingin ada pria yang kuat dan menjaganya agar dia bisa bebas terbang di langit biru."

"Dan dari semua itu, sampai saat ini, hanya Ayahmu yang berhasil menjadi Pria yang membebaskan
Ibumu dan menang dari Kakekmu." Ucap Bagas yang membuat adik kelasnya tersenyum.

"Ya, sampai saat ini hanya Ayahku yang berhasil membahagiakan Ibu." Gumam Devina pelan sambil
mengingat Almarhum Ayahnya yang sudah meninggal 10 tahun yang lalu.

"Yah, moga saja yang kali ini. Ibumu berhasil menemukan Pria yang beres. Jadi, kau tidak cemas lagi." Ucap Kezia riang. "Plus, yang paling penting. Kau bisa bebas mencari cowok keren yang bisa merebut keperawanan bibirmu. Kukukukuku~" tambahnya yang membuat Devina merinding dan Bagas mendesah pasrah.

"Geh! Kenapa aku harus mencari cowok? Aku kan masih 15 tahun lebih! Aku masih terlalu muda untuk mencari begituan!"

Mendengar perkataan Devina, membuat Kezia menghentakkan kakinya dengan keras di atas meja dan
langsung berkata dengan semangatnya, "Idiot! Justru diusia muda seperti ini adalah waktu yang tepat
untuk mencari cowok! Apalagi kita sudah SMA! Masa-masa seperti ini masa penuh kebebasan untuk
para remaja mencari benih-benih cinta yang indah di hutan rimba berbahaya ini. Secara, jika kita lengah sedikit saja, pasangan takdir kita bisa diculik oleh hewan liar yang menyebalkan! Bukankah aku benar, saudara-saudariku!?" Tanyanya pada semua penghuni kantin yang langsung dijawab oleh semua dengan sorakan 'Setuju', kecuali Bagas dan Devina yang keringat jatuh dengan tindakan gadis tersebut.

"Jadi, Saudariku yang manis. Jangan jadikan usia dan tubuh gemukmu menjadi pantangan untuk
mendapatkan pasangan hidup! Percayalah dengan apa yang kau miliki dan raihlah cinta yang sudah
ditakdirkan untukmu!" Perintah Kezia sambil menunjuk ke langit dan memegang pundak sahabatnya itu.

'Yah, terserah anda saja lah…aku sama sekali tidak peduli.' Pikir Devina kesal.
.
0*0*0*0*0
.
Jam 14.30 Siang, Jam pulang sekolah, Kelas X-3.

"Hei, bukannya kau sudah harus ke gerbang sekolah?" Tanya kezia yang heran dengan santainya
sahabatnya yang masih asik baca Manga Online melalui Laptop yang selalu dibawa ke sekolah hanya
untuk baca Manga, nonton Anime, Youtube dan berbagai macam kegiatan yang biasanya dilakukan
oleh anak SMA jaman sekarang.

"Hn."

"Jangan meng-Hn padaku!" Bentak Kezia kesal. "Huh, aku heran padamu. Padahal, kau ini banyak
waktu kosongnya karena tidak mengikuti kegiatan klub apapun. Kau bahkan terlalu santai dalam
menghadapi segala hal. Tapi, kenapa kau selalu memiliki otak yang selalu berhasil membuatmu masuk 5 besar anak pintar di angkatan kita."

Mendengar ocehan dari mulut Kezia, Devina langsung mendengar seseorang berkata dengan sombong, "Hm, itu karena bantuan dariku. Kalau tidak si Gendut ini hanya akan menjadi sampah tak berguna."

"Diam!" Kata Devina yang membuat Kezia mengerutkan alisnya.

"Huh?"

"Aku mengerti niat kepedulianmu. Tapi, bukannya kau sendiri ada kegiatan Taekwondo, ya?" Tanya
Devina yang membuat sahabatnya langsung panik.

"Aduh, kau benar. Sampai besok, ya!" seru Kezia sebelum pergi meninggalkan sahabatnya sendirian di kelas.

"Huff, nyaris saja." Bisik Devina pelan yang dimana dia langsung mendengar suara tertawa seseorang. Akan tetapi, dia hiraukan suara itu dengan membereskan Laptopnya dan segera bergegas pergi menuju gerbang sekolah.

Selama beberapa menit berjalan dari kelasnya menuju ke gerbang sekolah, Devina melihat para murid perempuan berlarian dengan riang menuju ke arah gerbang sekolah. Sementara, para murid pria hanya sebagian yang mengikuti para gadis (Bukan dengan ekspresi riang, tapi dengan ekspresi penasaran) karena yang lainnya memilih tetap mengurung diri di kantin atau melakukan kegiatan ekstrakurikuler mereka seperti biasanya.

Walaupun, melihat pemandangan tidak wajar itu, Devina tetap tidak mempedulikan itu semua karena
dirinya tiba-tiba mendapatkan sebuah SMS dari nomor yang tidak dikenalnya.

Dari : xxx-xxxx-xxxx

Topik : Menjemput

Nǐ hǎo, Devina.

Namaku Fon. Aku adalah pria yang diminta Ibumu untuk menjemputmu.

Apa kegiatan sekolahmu sudah usai?

Karena saat ini aku sudah tiba di depan Gerbang Sekolahmu.

- Fon -

Melihat SMS itu, langsung membuat Devina mengangkat alisnya sebelum membalas SMS dari pria yang menjadi korban Ibunya untuk menjadi pengantarnya ke Hotel Vongola.

Dari : Devina

Topik : Re: Menjemput

Nǐ hǎo, Tuan Fon.

Kegiatan sekolahku sudah selasai. Dan saat ini aku sudah ada di dekat Gerbang sekolah. Akan
tetapi… sepertinya aku tidak bisa menemukan anda dikeramaian seperti ini.

"Ya, bagaimana caranya aku mencari orang yang pada dasarnya tidak tahu seperti apa wajah dan
penampilannya di kumpulan manusia begini?" gumam Devina sambil melihat pemandangan di hadapannya dengan tidak percaya. 'Artis mana yang datang disaat-saat seperti ini, sih.' Gerutunya
dalam hati. Karena memang pada dasarnya SMA tempatnya sekolah adalah sekolah yang terkenal dari
segi pendidikan dan banyak menghasilkan murid-murid yang berpretasi dan memiliki nama. Contohnya ada beberapa Para alumni yang menjadi Pejabat, Bos di perusahaan ternama dan tentunya ada yang menjadi Artis terkenal.

*Drr Drrr*

Dari : xxx-xxxx-xxxx

Topik : Re: Re: Menjemput

Ah, aku minta maaf soal itu.

Tapi, tenang saja. Aku sudah menemukan mu.

Jadi, jangan beranjak dari tempatmu. Aku dan Lichi akan segera ke sana.

- Fon -

Membaca SMS balasan dari pria bernama Fon, membuat Devina keheranan. Akan tetapi, sebelum bisa membalas SMS tersebut. Dia mendengar suara teriakan terkejut dari kumpulan manusia yang ada di
depannya. Ketika, melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dia melihat seorang pria yang memakai baju
ala China berwarna merah, melompat tinggi untuk melewati kerumunan para murid dan mendarat
dengan sukses di hadapannya setelah sedikit bersalto di udara.

Melihat wajah pria itu, Devina yang biasanya dikenal oleh teman-temannya tidak pernah peduli ataupun tertarik pada para kaum Adam, telah mengubah fakta tersebut dengan kedua pipinya yang tembem menjadi merona kemerahan seperti baju dari pria itu. Karena dia tidak menyangka ada pria yang tampan seperti pria yang ada dihadapannya.

"Nǐ hǎo, Devina. Namaku Fon. Maaf membuatmu lama menunggu." Kata pri—tidak, Fon yang tersenyum ramah pada Devina.

"Heh, sepertinya keinginanmu terkabulkan, ya."
.
.
To Be Continued
AN : Yai! Akhirnya aku bisa kembali untuk mempublish cerita baru. Apalagi, akhirnya aku membuat OC perempuan. Walaupun, dia tubuh yang gemuk [Maafkan aku Reader, Mukuro dan Byakuran :'( ]. Akan tetapi, aku rasa ini juga tidak buruk juga. secara, di dunia fanfic jarang ada OC yang punya bentuk fisik seperti ini, 'kan? Anggap saja sebagai refreshing. Okay, jangan lupa Review-nya. Para Reader-ku yang cantik dan yang keren :D

Sampai jumpa dichapter berikutnya~

Saturday, November 9, 2013

Fidelity of The Cloud



AN : Hallo, minna-san. Lama tak jumpa! Kali ini aku mempublish fanfic untuk Fandom KHR! dengan tipe Self Insert. Aku harap kalian menyukainya.

Ps : Aku juga mempublish kisah ini di Fanfiction.net. dengan menggunakan nama Vikuppy sebagai nama Author. jangan lupa dilihat, ya. (kalau bisa di Review, difollow dan di faforitkan. Thnx)

Peringatan : No Beta Reader, OOC, Self-Insert, OC-center dan adanya rich vocabulary.

Pairing : Tolong bantu aku untuk menentukan pasangan untuk Devina, sang OC ku. Thnx

Ranting : M for Rich Vocabulary!

Summary : Aku hanya ingin mati dengan tenang. Agar bisa segera bertemu kembali dengan pria yang aku cintai di surga. Tapi, kenapa aku malah hidup kembali di dunia KHR?! SI, OC-Center dengan rich vocabulary. POLING DIBUKA!

Disclaimer : KHR! Bukan milik Vikuppy! Dia hanya memiliki ide dari fanfic ini dan para OC.

{ Fidelity of The Cloud }

Kematian…

Hampir sebagian manusia di dunia tidak menyukainya. Dikarenakan, jika kita mati, maka kita tidak akan bisa bersama orang yang kita cintai. Atau, karena jika kita meninggal, kita jadi tidak bisa menikmati harta yang sudah susah payah dikumpulkan. Dan masih banyak lagi alasan lainnya kenapa sebagian manusia tidak menyukai kata itu terjadi pada diri mereka.

Sementara ada sebagian orang yang tidak menyukainya, ada juga yang pasrah menerimanya sebagai bagian dari jalannya kehidupan di dunia ini.

Jika ada yang bertanya padaku, mana yang aku pilih antara membenci atau pasrah menerima kematian.

Maka jawaban yang aku berikan adalah…

Bukan keduanya.

Ya, bagiku kedua kedua hal itu bukanlah jawaban yang tepat dengan yang aku pikirkan. Bagiku, kematian adalah sesuatu yang sangat aku inginkan, yang begitu aku nantikan. Karena aku tahu, jika aku mati, maka aku bisa bertemu kembali dengan orang yang sangat aku sayangi. Orang yang begitu aku cintai lebih dari apapun.

Seperti saat ini, akhirnya aku bisa meninggalkan dunia di mana aku hidup selama 63 tahun. Dan aku merasa begitu bahagia. Karena akhirnya, aku bisa bertemu dengan pria yang aku cintai. Pria yang lebih dulu meninggalkan diriku di dunia yang hampa ini.

Akan tetapi…

Aku tidak menyangka, kalau perjalanan menuju surga, ternyata dipenuhi oleh warna merah. Bagaikan warna merah dari darah.

'Apa aku akan menuju Neraka dan bukan ke Surga?' Tanyaku dalam hati dengan cemas sambil berharap agar yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan. Secara, aku tidak mau membuat dirinya menunggu lebih lama lagi. Aku ingin sesegera mungkin bisa bertemu dengannya dan memeluknya seperti dulu.

'Apa itu?' Tanyaku dalam hati ketika melihat sebuah cahaya kecil yang tak jauh dariku berada.
Dengan perlahan, aku menuju ke cahaya itu sambil bertanya pada diriku sendiri, apa sebenarnya cahaya itu. Apakah cahaya itu adalah cahaya dari surga? Apakah di balik cahaya itu, ada dia? Dan masih banyak lagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam benakku.

"…Lagi!"

'Eh? Suara siapa itu?' Tanyaku ketika mendengat suara dari balik cahaya itu dan sontak membuatku berhenti sesaat.

"Ayo, dorong lagi! Saya bisa melihat kepalanya!"

'Huh? Apa yang mesti didorong? Dan kepala siapa yang dimaksudnya?' Tanyaku penasaran sambil masuk ke dalam cahaya.

Ketika berada di dalam cahaya itu, aku berusaha melihat sekelilingku. Akan tetapi, pandanganku terasa buram dan mataku terasa sakit ketika menerima sinar dari cahaya yang mengelilingiku. Apalagi, anehnya aku tiba-tiba merasa kedinginan. Seolah-olah, aku baru saja keluar dari tempat yang hangat dan masuk ke tempat yang dingin.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku sulit membuka mataku? Dan kenapa di sini dingin sekali?" Tanyaku sambil meronta-ronta yang kemudian membuatku menyadari sebuah keganjilan dengan suaraku yang terdengar seperti suara tangis bayi.

'Oi, apa hanya perasaanku saja atau suaraku jadi seperti suara tangis bayi?' Tanyaku dengan perasaan takut bercampur cemas.

"Oh, sungguh luar biasa! Anda melahirkan seorang anak perempuan yang sehat, Nyonya!" Seru seorang pria yang sepertinya ada dihadapanku.

"Selamat, Nyonya." Puji seorang wanita yang sepertinya tidak jauh di dekatku. "Sekarang saya akan membersihkannya. Jadi, nanti anda bisa menggendongnya." Katanya pada seseorang sebelum aku merasakan tubuhku seperti diangkat oleh sepasang telapak tangan.

"Baiklah, Suster." Kata seorang wanita lainnya yang terdengar sangat letih. Akan tetapi, entah bagaimana suara itu terdengar sangat merdu dan meredakan kecemasan dalam diriku.

'Okay, mari kita berpikir dengan tenang.' Kataku pada diriku sendiri. 'Sepertinya, saat ini aku tidak sedang berada di Surga. Hell, bahkan aku sedang tidak berada di jalan akhirat menuju Surga ataupun Neraka. Malah sepertinya, aku terlahirkan kembali sebagai anak bayi.' Pikirku sambil mencerna apa yang sedang terjadi padaku saat ini.

'Gaaaahhhh! Mana mungkin aku bisa tenang, brengsek! Sadar, dong! Baru beberapa saat yang lalu aku mati karena kanker payudara dan sekarang aku malah terlahir kembali sebagai bayi! What the fucking hell happened to me?!' Pikirku panik sambil meronta-ronta lagi tanpa mempedulikan kalau tindakanku bisa membahayakan diriku yang saat ini sedang dimandikan oleh Suster perawat.

'Kenapa aku malah terlahir kembali?! Aku tidak menginginkan untuk hidup kembali! Aku hanya ingin bisa bertemu kembali dengannya! Apa yang menyebabkan aku tidak bisa bertemu dengannya lagi?' Tanyaku kesal yang menyebabkan air mataku keluar.

"Aku mohon, biarkan aku bertemu kembali dengannya. Aku tidak ingin hidup tanpa dirinya." Pintaku dengan harapan ini semua hanyalah sebuah ilusi.

"Shh, tenanglah putriku yang manis. Ibu ada di sini, sayang." Kata seorang wanita yang aku percayai yang telah melahirkanku kembali ke dunia ini. Sepertinya tanpa aku sadari, aku telah selesai dimandikan dan telah berada dalam gendongan wanita yang telah melahirkanku

'Hm, Apa ini? Kental, walaupun sedikit asam.' Pikirku sambil meminum sesuatu yang diberikan padaku dan membuatku hampir melupakan kegelisahanku.

"Dia sungguh anak yang penuh dengan semangat." Kata seorang pria yang tadi aku dengar suaranya. Sepertinya orang itu adalah Dokter yang membantu persalinan. "Anda akan menamainya siapa, Nyonya?" Tanyanya yang membuatku sedikit penasaran dan berusaha membuka kedua mataku, walaupun masih terasa sakit.

Ketika aku membuka mataku, samar-samar aku melihat wajah seorang wanita yang amat sangat cantik. Wanita itu memiliki rambut yang panjang berwarna coklat karamel dan dari matanya yang berwarna biru muda membuatku seperti sedang memandang langit biru yang jernih tanpa awan sedikit pun.

"Devina." Jawab wanita itu yang berhasil membuatku terkejut. Karena nama itu adalah nama yang aku gunakan di kehidupanku yang sebelumnya. "Namanya adalah Devina." Katanya yang masih memandangku sambil memberikan senyuman yang membuatku berhenti minum untuk membalas senyumannya.

"Ah, sungguh nama yang bagus." Puji sang Dokter pada pilihan nama yang dipilih wanita yang menjadi ibuku di kehidupan kedua ku ini.

"Devina, Selamat datang ke dunia ini. Mulai saat ini kita adalah satu keluarga." Kata wanita itu dengan sinar kebahagiaan terpancarkan di matanya yang terlihat lelah. "Terima kasih. Telah menjadikanku seorang ibu." Katanya sebelum mencium keningku dengan penuh kasih sayang.

Ketika aku mendengar perkataannya yang dipenuhi kasih sayang, aku langsung mengetahui kalau aku berusaha untuk mati sekali lagi tanpa membahagiakannya. Aku akan mengalami rasa bersalah yang besar. Dan aku juga mengetahui, kalau pria yang aku cintai akan membenciku, jika aku menyakiti hati dari wanita ini.

'Aku berharap, Dirk mau memaafkan keterlambatanku…' Pikirku sebelum memejamkan kedua mataku dan kehilangan kesadaran.

~TBC~

AN : Sedikit peringatan. Untuk beberapa chapter ke depan, Devina belum akan bertemu dengan para karakter KHR! (Hanya beberapa yang disinggung namanya) Jadi, untuk sementara kalian hanya akan melihat Daily Life Devina bersama Ibunya.

PS : Sesuai info di summary, aku membuka poling untuk menentukan siapa dari karakter KHR! Yang akan di jodohkan dengan Devina. Akan tetapi, sayangnya Belphegor, Fran, Mammon dan Reborn tidak termasuk dalam daftar, karena suatu alasan. Jadi, dimohon maklum.

Don't forget to Review and Follow Me ^ ^

Ciao~.

Saturday, June 1, 2013

I'm Back with My Alter-ego Akun Fanfiction!

Hallo, minna-san. lama tak jumpa!!
setelah sekian lama hiatus dari nge-blog, akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi, nih.

Seperti judul dari post kali ini, saya akan membahas mengenai akun dari Alter-ego saya yang bernama Gemini Slacker. Jujur saja, saya gak tahu kapan Mini-chan muncul dalam diri saya. tapi saya tidak begitu keberatan dengan keberadaannya. secara dia sangat ramah (walaupun agak sedikit seenaknya sendiri).

Kalian pasti ingin tahu, apa perbedaan Mini-chan dengan diriku dalam membuat fanfiction, bukan?
Nah, oleh karena itu, di bawah ini adalah perbedaan kami berdua. Check it out!!

Vikuppy (Me!!) :
  1. Saya paling Hobi bikin OC (Original Charakter) dan biasanya saya lebih membuat OMC (Original Male Character) dari pada OGC (Original Girl Character).
  2. Secara saya ini seorang Fujoshi akut!! maka saya membuat OMC saya dijodohkan ama Character Male Canon. Contoh di Fandom KHR! saya membuat fanfic HibarixOMC.

Gemini Slacker :
  1. Mini-chan lebih mengfokuskan membuat Reader-insert fanfic.
  2. Mini-chan memiliki hobi membuat Reader-insert fanfic yang berbeda dari yang lain. Contohnya saat ini dia sedang membuat fanfic dengan readernya memiliki tubuh gemuk.
Yap, segini dulu perkenalan Akun dari alter-ego ku. sebenarnya bisa lebih banyak lagi, tapi saat ini aku sedang 'sedikit' malas menulis. Jadi, jika kalian masih penasaran mengenai Gemini Slacker, lebih baik kalian langsung kunjunginya di sini dan langsung berkenalan dengannya sambil membaca fanfic bikinannya (Jangan lupa di review, loh!!).

yap, sampai jumpa lagi di posting selanjutnya!!

Ciao!!